Archive for January, 2007

what’s wrong with me…

Wednesday, January 10th, 2007

hm..berat rasanya kl udah ngeblog “Tentang Gue” gmna yah neh aja aq sedang uas n sibuk bwat nyelesaikan soal uas untuk hari kamis. Mata kuliah yg berat dtambah dosen yg super canggih (fiuh…).Gmn nggak canggih jaringan kampuz dia pegang (sbg adminnya tentunya). Tapi bukan itu yang ingin aq bagai ama kalian smua,ga taw neh apa dengan kondisiq saat ini. Sejak awal2 smster ini sring emosi dalam diri tidak terkontrol dengan baek istilah kasarnya sikapQ mbrutal abiez.Semua tmn2 jg telah merasakan perbedaan apa yang terjadi dalam diriku ini.Ditambah lagi mulut ini udah tidak bisa dikendalikan lagi, baek marah, “kata-kata mutiara” yg indah sering keluar, bahkan sering dipandang sikap n ucapanku urakan puooll. Ancr..t, jan..k, ta…k, bang…t, ato apalah sering terucapakan (sedih rasanya klo udah ingat yg lalu). banyak juga teman-teman yang care ma aq mempertanyakan apa yg sedang terjadi pada diriku pertnyaan ini juga sering terdengar “Nanda koq gitu seh sikapnya..”, yang tambah extrim lagi baru aja aq knal ma seseorang n dya langsung mengingatkan aq tentang sikapku yg terjadi pada saat ini. hmm…kyaknya mesti harus instropeksi diri neh saat ini.

Sebuah cangkir yang cantik (nice story ^_^)

Saturday, January 6th, 2007

KotaSantri.com : Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara, “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. ‘Stop! Stop!’ aku berteriak, tetapi orang itu berkata ‘Belum!’ Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. ‘Stop! Stop!’ teriakku lagi, tetapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. ‘Panas! Panas!’ teriakku dengan keras. ‘Stop! Cukup!’ teriakku lagi, tetapi orang ini berkata “Belum!” Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin, aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. ‘Stop! Stop!’ aku berteriak, tetapi wanita itu berkata ‘Belum!’ Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! ‘Tolong hentikan penyiksaan ini!’ sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya, tetapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas ‘menyiksaku’ maka aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Seperti inilah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah SWT membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagiNya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaanNya. Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kita sedang diberi cobaan/ujian, sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita akan menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan. Tetapi setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Allah SWT membentuk kita. Bersyukurlah!