Archive for March, 2006

Suksesi HIMA

Tuesday, March 28th, 2006

Tiba saatnya HIMA TELKOM mengadakan SUKSESI di tahun 2006 ini. Setelah kegiatan Study Excursie 2006 TELKOM dilanjutkan dengan pergantian kepengurusan HIMA TELKOM 2005. Sebagai gambaran saja di kampusQ ada 4 jurusan yang sudah waktunya untuk recycle kepengurusan dalam badan keorganisasian ( dalam hal ini adalah HIMA). Setelah teknik elektro usai melakukan pergantian kepengurusan, giliran Telekomunikasi yang sedang melakukan ajang pergantian kepengurusan untuk tahun ini. Angkatan 2004 diwajibkan mengajukan salah satu wakilnya untuk menjadi seorang KAHIMA. Satu jurusan telkom terdiri dari 4 kelas ( 2 kelas D3 dan 2 kelas D4) tiap-tiap kelas diwajibkan untuk mengeluarkan satu wakilnya dalama ajang pemiliehan KAHIMA ini ( keputusan dari KAHIMA TELKOM 2005 ). Tiap-tiap kelas pun mengirimkan beberapa wakilnya untuk dipilih menjadi seorang KAHIMA. banyak karakter yang "ditawarkan" dalam pemilihan ini, seperti Fajar-D4TB ( Kerenz PAk..!!), Arief-D3TA ( Funky Coy…!!), dan Bayu-D3TB ( Sangar euy..). Lho kurang satu kelas yah….??? katanya 4 kelas ( dengan wakil 4 orang ) koq cuman tiga..??? YUp’s benar..!!!kelasQ lah yang tidak mengirimkan perwakilannya untuk menjadi seorang KAHIMA. Memang klsQ agak nyleneh dikit dalam hal kepemimpinan tapi kalo sudah bicara tenteng teman..pokoknya kompak bangetz..!! banyak seh teman-teman dari sejurusan dan lain jurusan yang mempertanyakan AKU dalam pengajuan diri menjadi calon KAHIMA. Hmmm.. dalam diriQ masih mempertanyakan 1. BISAKAH JD PEMIMPIN ? 2. APA YG HARUS Q PERBUAT DLM MEMIMPIN ? 3. MODAL APA YG Q PUNYA ?. Itulah yang selama ini masih q cari. Mudah-mudahan aja untuk kedapannya HIMA Telkom menjadi yang paling baik dan sebagai panutan dalam hal keorganisasian…

VIVAT TELKOM…..!!!

about friendster

Saturday, March 18th, 2006

Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun
komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi?
Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan,
hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet
tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap.

Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana
US$ 13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain
Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO
Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram.

Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun lalu dapat menjadi begitu
fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru
berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita
bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata.
Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja
teman sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari
teman sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan
yang amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di dunia
maya.

Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil itu
bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi anggota
Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal, dengan
mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama, informasi
yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku dan film
favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan mudah
menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat yang sama,
atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan Karl May sebagai
pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta pengarang buku
Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan teman lama yang
tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia serial petualangan
Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya jadi punya teman
diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan Balkan.

Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman
kencan, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity
partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau dalam
pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data
personal adalah "siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda
sendiri)" serta "ingin bertemu orang seperti apa". Dengan membaca dua
kolom ini saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi teman
seseorang atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota Friendster
perempuan dengan informasi "Cowo dilarang masuk, tak usah add sebagai
teman, pasti tidak ditanggapi", dan di daftar temannya hanya berisi
sesama kaum Hawa, Anda harus mahfum.

Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling unik
Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju, foto
dan nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda. Hebatnya, Anda
juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman Anda tersebut.
Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung terhubung ke
teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang kini diakui
sebagai guru "social network" oleh para programmer dan pemodal ventura
dunia, mendeskripsikan Friendster secara tepat: "Friendster adalah
sebuah wahana yang secara tegas menyatakan siapa saja teman anda,
bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan mereka untuk saling melihat
melalui jalur Anda."

Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa
terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda
terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam
sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya
untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh
teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi pesan-pesan yang
dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada pula fasilitas
testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi kesan-kesan
mengenai Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan luar biasa
antara email, bulletin board, personal web serta "jaringan sosial".

Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna
awal Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak waktu
di dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman,
menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru, mengundang
teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-teman lama,
mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Friendster
yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh
lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta.
Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Kalau kita
search anggota yang usianya di atas 40, tidak sedikit nama yang muncul.
Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan pemakai internet pemula,
Friendster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60
tahun untuk bergabung.

Ada seorang anggota yang mengatakan, "Friendster itu ibarat candu,
sekali pakai ketagihan!" Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34
tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster setiap
hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang menemukannya, dan
apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya dan
masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Friendster
bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui kawannya yang tampak
alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata penggemar Linkin’ Park.
"Ini hanya bisa saya ketahui lewat Friendster," komentarnya sambil
tertawa.

Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah munculnya
Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster
dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa saja dapat
membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga,
termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para pecinta
marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada
Universitas atau Mailing List punya teman?

Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi
anggota, Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah
wahana bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat
besar. Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena
masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik
memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti
Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke
target audience yang cocok dengan iklannya.

Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis.
Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk layanan khusus
Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp 99,5 ribu per
bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang rela merogoh
koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta.

Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan
jasa sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang dibuat
oleh salah satu orang Google bentuknya hampir mirip Friendster,
sedangkan Multiply menyediakan mini website bagi tiap anggota yang
lebih banyak fiturnya dibanding sekedar halaman anggota. Anggota
Multiply mendapat halaman dengan alamat URL individu yang bisa diakses
langsung tanpa harus masuk dari halaman kita seperti yang Anda perlu
lakukan di Friendster.

Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada
komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini
berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta
sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam,
kini bangkit lagi berkat Friendster.

Dimuat di Majalah SWA no 19/XX/16-29 September 2004

Kirim Email yang baek dan benar

Saturday, March 18th, 2006

Manfaat email sejak ditemukannya internet
sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang
untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan
dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah.

Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa
menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa
dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki.

Bagi yang sudah bertahun-tahun “mengabdikan” diri
menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau
dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna.
Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email
fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang
yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum
tentu mengirim email itu.

Sebelum kita membicarakan tentang
seluk beluk manfaat dan madlarat email dan macam-macamnya, baik kita
bicara mulai dari dasar dulu, bagaimana berkirim email secara
menyenangkan.

Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email :

1. Hindari spam, bombing.

Spamming adalah pengiriman email secara
berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam
ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk
atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah
pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud
mailbox penerima cepat penuh.

Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta.

Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa
jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email
akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi
emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi
kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak
mengirim email. Teman anda bisa lupa.

2. Jangan memforward email tanpa diedit.

Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita
teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual,
pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini:
> . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi.
Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap
barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus
bertambah. Email jadi tidak menyenangkan.

Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering.

3. Ganti judul email bila perlu.

Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau
mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser.
Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini
ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain,
pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi
mudah.

4. Body reply jangan dikirim semua.

Lama-lama email yang kita reply akan tertambah
sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh
email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya,
hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan
kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja.

5. Jangan tanggapi email “TBC”.

Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh
anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau
tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email
semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid’ah
dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah.

6. Jaga account orang lain.

Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan
sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam
heading “To” nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan
anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya.
Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain,
bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email
ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy),
supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka
penerima email anda.

7. Hindari Full Caps Lock / huruf besar semua.

Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita
menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut
caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image,
bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi
tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan
caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN.

8. Hindari kalimat singkat dalam mereply.

Misalkan teman anda panjang lebar menulis email,
bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya
dengan kalimat singkat, “oh ya?” atau “enak ya”, “benarkah” dan
semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply
emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya
pantas diketik di chating saja.

9. Cek ulang sebelum di “send”.

Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk
mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya.
Sebab sekali tombol “send” kita klik, tidak bisa dicancel atau
dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan
detik.

10. Bersabarlah menerima balasan.

Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya.
Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria.
Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda.

Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda
menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward
email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho.

M.Abdullah
emabdulah@yahoo.com

Maaf ngopy dari www.dudung.net smoga bermanfaat

 


Perjalanan SE Que

Saturday, March 4th, 2006

Pada hari rabu tanggal 1 maret 2006,aq mengikuti kegiatan himpunan mahasiswa telekomunikasi yaitu SE 2006, disini qkan menceritakan smua tentang perjalananQ SE 2006 ke bandung.pagi hari tepatnya skitar jam 08.30 rombongan SE Telekomunikasi 2006 siap diberangkatkan oleh kajur Telekomunikasi yang sebelumnya beliau bicara sedikit pesan-pesan bwat rombongan SE 2006.kunjungan pertama berada di Telkom Manyar,tempatnya tak berada jauh dengan kampusQ.disana diperkenalkan tentang Plasa TElkom yaitu tempat pelayanan pelanggan telkom, kemudian dilanjutkan ke ruangan broadband center yg merupakan tempat perkenalan Speedy,dilanjutkan ketempat MDF (Main Distribution Frame) yaitu tempat teknis dari sistem sentral telepone yang disambungkan ke pelanggan,dan yang terakhir ke ruang penutupan acara. perjalanan dilanjutkan ke indosat kayoon, dari pihak indosat mengisi kegiatan SE kami dengan perkenalan berbagai produknya serta perkenalan peralatan sistem pemancar dr kartu telepone. setelah kunjungan tersebut rombongan mulai melanjutkan perjalanannya ke bandung selama 17 jam, sesampai di bandung sekitar jam stengah 12, kunjungan kebandung diparalel menjadi 2, yaitu ke telkom RISTI dan ke Daarut Tauhiid,q keebagaian ke daarut tauhiidnya. di sana qt semua sholat dhuhur berjama’ah dulu, kemudian mandi dan dilanjutkan makan.sambil menunggu datangnya sholat ashar, teman2 banyak yg memanfaatkan untuk berjalan2 disekitar ponpes daarut tauhiid tersebut. setiba sholat ashar,qt smua menunaikannya.Sehabiz sholat ashar qt smua mengikuti pengajian Al-Hikam yang pada saat itu diisi oleh KH Abdulllah Gymnastiar (AA’ Gym),setelah pengajian usai kami tek lupa menyempatkan berfoto dengan AA’ Gym dan tak lupa berbelanja assesoris daarut tauhiid,alangkah bahagianya tmn2 berpose dengan kyai yg sedang naek daun (emg ulat he3…kiding).sehabis sholat maghrib para rombongan meninggalkan ponpes daarut tauhiid dan menuju ke pusat FO dibandung yaitu di cihampelas. setelah capek berbelanja para rombongan pun melanjutkan perjalanan pulang ke surabaya.Setiba dikampus skitar jam 6 sore. byk tmn2 yg mengeluh abis kegiatan ini,yah tau ndirikan qta smua ke bandung tnpa peristirahatan yg enak…!!!

hee3x….tetep smangat yah teman-teman….!!!

VIVAT TELKOM